Pindapata Massal 21 Okt 2012 oleh Vihara Dhammadipa, Surabaya

Pindapata Massal 21 Okt 2012 oleh Vihara Dhammadipa, Surabaya

Date:21 Oct 2012, 07:00 Ages:Semua Umur Price:Pindapata Type:Pindapata Location:Vihara Dhammadipa, Surabaya

Kata “pindapata” berasal dari bahasa Pali “pinda” yang bermakna segumpal atau sekepal nasi dan “patta” yang bermakna mangkuk bhikkhu. Dengan demikian, Pindapata bermakna sekepal nasi yang dimasukkan ke dalam pata atau mangkuk bhikkhu.

Pindapata merupakan salah satu budaya yang dijalankan oleh para bhikkhu pada jaman Buddha. Ketika Buddha dan para bhikkhu membutuhkan makanan untuk memelihara tubuh jasmani mereka, mereka berkeliling ke rumah-rumah penduduk dengan membawa mangkuk makanan. Para perumah tangga kemudian memberikan makanan dan minuman yang kemudian diletakkannya ke dalam mangkuk makan yang dibawa para bhikkhu. Setelah menerima makanan biasanya Buddha dan para bhikkhu akan memberikan Dhammadesana. Dengan cara seperti inilah kemudian Dharma bisa dilestarikan. Para bhikkhu akan memiliki waktu yang cukup untuk melatih dirinya sementara para perumah tangga bisa mendapatkan manfaat Dharma yang telah dimengerti para bhikkhu.

Pada masa sekarang telah terjadi berbagai perubahan keadaan. Para bhikkhu di Indonesia sudah tidak lagi berjalan berkeliling untuk mencari dana makanan, tetapi para umat yang mendatangi vihara dan melakukan dana makanan. Untuk menghidupkan kembali budaya pindapata dan mengingatkan para umat bahwa para bhikkhu membutuhkan dukungan berupa dana makanan karena secara vinaya tidak diperbolehkan mencari makan sendiri. Bagi umat yang akan berdana makanan basah, diharapkan membungkusnya dengan kuat dan rapi.

Untuk mensosialisasikan budaya pindapata kepada umat Buddha Surabaya, KBTI menyelenggarakan Pindapata Massal yang akan diadakan pada:

Minggu, 21 Oktober 2012
07.00 – 08.00 WIB Pindapata
09.00 – 11.00 WIB Kebaktian singkat
11.00 – selesai Makan siang bersama

Vihara Dhammadipa
Jl. Pandegiling 260, Surabaya

Dihadiri oleh 8 bhikkhu Sangha, 15 samanera


Berdasarkan pada pengalaman sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para umat yang hendak mengikuti kegiatan pindapata demi keamanan dan kenyamanan bersama, antara lain:

  1. Membawa topi atau payung untuk mengatasi sinar matahari
  2. Membawa tempat duduk atau sejenisnya yang digunakan untuk duduk menunggu giliran berdana khususnya bagi yang berusia lanjut atau yang sakit
  3. Umat tidak perlu berkumpul di satu titik untuk memberikan dana, namun bisa menunggu di sepanjang tepi jalan dari rute yang akan dilalui oleh para bhikkhu
  4. Sesaat akan memberikan dana, umat dihimbau untuk melepaskan topi dan juga alas kaki serta bersikap anjali sebagai bentuk penghormatan kepada Sangha
  5. Umat diharapkan tidak pilih-pilih bhikkhu yang akan diberikan dana, karena pada hakikatnya kita berdana kepada Sangha, bukan kepada pribadi bhikkhu secara perorangan
  6. Saat berdana, umat diharapkan mengucapkan dalam batin, “Semoga Sangha bhikkhu sudi menerima persembahan saya.”
  7. Bagi umat yang berdana uang, dihimbau tidak memasukkannya ke dalam mangkuk (pata) para bhikkhu, tapi diserahkan kepada para pendamping bhikkhu (dayaka bhikkhu)
  8. Bagi umat yang sudah berdana, diharapkan untuk keluar dari barisan dan memberikan kesempatan bagi umat lain yang ingin berdana.

Rute pindapata : Jalan Pandegiling – Imam Bonjol – Kartini – Sam Ratulangi – Cokroaminoto – Urip Sumoharjo – Pandegiling

Contact:
Irwanto 0811-334-526
Kiatno 0813-3166-8668
Yuliana 0817-305-198
Irwan Susanto 0812-357-1097
Cong-Cong 0816-543-7877
Winata 0818-334-809
Fani 0857-3503-9604
Yenny 0857-3003-7802
Hilly 0812-320-9889
Sutradewi 0838-6717-1713


Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>