“Persembahan Jubah Kathina” oleh Sayadaw U. Silananda

Posted by on 6 Nov 2012, 14:03 in Blog | in tag: | 0 comments

- Persembahan Jubah Kathina – oleh: Sayadaw U. Silananda (11 November 2011)

Anda akan mempersembahkan jubah Kathina saat ini. Seperti yang mungkin telah anda ketahui, ini adalah upacara tahunan, dimana individu atau kelompok mempersembahkan jubah Kathina kepada Sangha. Saya mau kalian mengingat apa yang istimewa dari jubah-jubah Kathina:

  1. Jubah Kathina dapat dipersembahkan kepada Sangha hanya satu kali dalam setahun. Ini berarti anda tidak dapat mempersembahkan jubah Kathina kepada Sangha dua kali dalam tahun yang sama.

  2. Jubah Kathina dapat dipersembahkan hanya selama periode tertentu, yang dimulai dari akhir Vassa hingga purnama di bulan berikutnya. Dengan kata lain, jubah Kathina dapat dipersembahkan antara hari setelah Purnama di bulan Oktober hingga hari Purnama bulan November. Bahkan selama satu bulan ini, anda hanya dapat mempersembahkan jubah ke wihara satu kali. Jadi, mempersembahkan jubah Kathina kepada Sangha sungguh adalah kesempatan yang jarang yang hanya terjadi satu kali dalam setahun.

  3. Jubah Kathina dipersembahkan kepada Sangha, bukan kepada individu. Jadi, anda harus memahami arti kata ‘Sangha.’ Anda harus mengetahui bahwa Sangha berarti komunitas para bhikkhu. Tetapi, anda juga harus meyadari bahwa Sangha menurut Vinaya berbeda dengan Sangha menurut Sutta dan Abhidhamma.

Vinaya berarti pengajaran Buddhis bagi para bhikkhu atau aturan-aturan yang ditetapkan oleh Sang Buddha untuk diikuti oleh para bhikkhu. Dalam Vinaya, Sangha berarti sekelompok yang terdiri dari empat bhikkhu. Dalam Vinaya, jika hanya ada satu bhikkhu, maka itu dirujuk sebagai bhikkhu secara individu. Jika ada dua atau tiga bhikkhu, maka disebut ‘kelompok’, tetapi bukan ‘Sangha’. Jika terdapat empat atau lebih bhikkhu, mungkin ratusan atau ribuan, maka mereka disebut ‘Sangha.’ Jadi, ketika anda mempersembahkan jubah Kathina kepada Sangha, maka anda mempersembahkan bukan kepada individu atau kelompok, melainkan kepada kumpulan banyak para bhikkhu di seluruh dunia. Itulah sebabnya mengapa mempersembahkan jubah Kathina menjadi istimewa.

Ada dua jenis Sangha. Ketika kita mengucapkan “Sangha Saranam gacchami – Aku berlindung pada Sangha,” yang kita maksudkan adalah semua siswa Buddha yang telah mencapai pencerahan. Tetapi ketika kita mengucapkan “Aku mempersembahkan jubah ini kepada Sangha,” yang kita maksudkan adalah semua Sangha di dunia ini termasuk mereka yang telah mencapai pencerahan dan juga mereka yang belum mencapai pencerahan. Hari ini, ketika anda mempersembahkan jubah Kathina, maka anda akan mempersembahkannya kepada Sangha; yang berarti semua bhikkhu, semua siswa mulia Buddha – tidak hanya yang tercerahkan tetapi juga yang masih belum tercerahkan.

Dalam Buddhisme Theravada, kata ‘Sangha’ hanya berarti komunitas para bhikkhu. Tidak pernah digunakan untuk umat awam. Saya ingin anda memahami hal ini. Pada masa sekarang ini kata ‘Sangha’ juga digunakan untuk para umat awam. Saya tidak mengetahui penggunaan kata ‘Sangha’ ini hingga saya datang ke negara ini. Di sini, mereka menyebut diri mereka ‘Sangha, Sangha’ dan seterusnya. Sekelompok umat awam, yang berlatih meditasi, juga disebut ‘Sangha’. Tetapi saya pikir hal ini akan menyebabkan kebingungan di masa depan. Apakah makna ‘Sangha’? Umat awam atau para bhikkhu? Dalam Buddhisme Theravada, Sangha adalah istilah teknis yang hanya bermakna komunitas para bhikkhu.

Hari ini anda akan mempersembahkan jubah Kathina kepada Sangha. Sangha harus memiliki beberapa kualitas atau beberapa persyaratan agar boleh menerima jubah Kathina. Sangha harus telah melewatkan Vassa atau tiga bulan musim hujan di satu wihara. Selama periode tiga bulan itu, para bhikkhu itu harus menetap di wihara itu dan tidak boleh bermalam di luar kecuali jika diundang. Bahkan jika mereka diundang, mereka tidak boleh menetap di luar wihara selama tujuh hari atau enam pagi. Mereka harus kembali ke wihara dalam beberapa hari. Di akhir periode tiga bulan musim hujan, Sangha melakukan upacara yang disebut ‘Upacara Undangan.’ Undangan berarti mengundang anggota Sangha untuk menunjukkan pelanggaran atau perbuatan salah jika ada, dan berjanji untuk memperbaiki perbuatan salah itu dengan patuh dan segera. Hanya mereka yang menetap di wihara selama tiga bulan penuh tanpa terputus dan yang melakukan upacara undangan yang berhak menerima Kathina. Apakah yang dimaksud dengan “tanpa terputus”? Jika selama tiga bulan itu, seorang bhikkhu pergi keluar dari wihara dan menetap di luar selama lebih dari tujuh hari, maka Vassa-nya dikatakan cacat, dan ia tidak berhak menerima jubah Kathina.

Sangha yang menerima jubah Kathina harus melewatkan tiga bulan penuh dalam wihara. Mereka juga harus melakukan upacara undangan. Ingat bahwa hari ini anda akan mempersembahkan jubah Kathina kepada Sangha, bukan kepada individu bhikkhu. Pada kesempatan lain, anda boleh mempersembahkan jubah kepada individu bhikkhu jika anda menginginkannya atau anda boleh mempersembahkan jubah kepada dua atau tiga bhikkhu sebagai kelompok atau anda boleh mempersembahkan kepada Sangha. Tetapi saat ini, anda harus mempersembahkannya kepada Sangha.

Mengapa anda harus mempersembahkan jubah Kathina kepada Sangha? Kathina adalah tindakan resmi Sangha, yang juga melibatkan tindakan individu. Ada dua aktivitas yang terlibat dalam Kathina. Pertama adalah tindakan Sangha – itu berarti tindakan resmi yang dilakukan oleh Sangha – bukan oleh satu bhikkhu atau dua bhikkhu atau tiga bhikkhu. Tetapi, ada aktivitas lainnya yang harus dilakukan oleh individu bhikkhu. Maka ada dua aktivitas yang terlibat dalam tindakan Kathina. Itulah sebabnya mengapa anda harus mempersembahkan jubah kepada Sangha, bukan kepada individu bhikkhu.

Setelah menerima jubah Kathina yang anda persembahkan hari ini, Sangha akan memilih seorang individu bhikkhu untuk melakukan aktivitas Kathina. Memilih seorang bhikkhu dan memberikannya jubah untuk melakukan Kathina harus dilakukan pada suatu upacara resmi. Ini adalah tindakan resmi Sangha. Awalnya jubah Kathina adalah milik Sangha. Kemudian, melalui tindakan resmi Sangha, seorang individu bhikkhu dipilih dan jubah diberikan kepadanya untuk melakukan Kathina. Sebenarnya, Kathina dilakukan oleh seorang individu. Tetapi agar individu bhikkhu tersebut dapat melakukan Kathina, maka ia harus memiliki jubah Kathina. Dan jubah Kathina harus diberikan kepadanya oleh Sangha. Itulah sebabnya mengapa anda harus mempersembahkan jubah kepada Sangha, bukan kepada individu bhikkhu.

Pada masa sekarang ini, umat-umat mempersembahkan jubah siap-pakai kepada Sangha. Jadi, Sangha tidak perlu membuat jubah. Tetapi pada masa Buddha, dan mungkin beberapa abad setelah itu, orang-orang tidak mempersembahkan jubah siap-pakai, melainkan hanya bahan untuk membuat jubah; itu berarti potongan-potongan kain. Ketika mereka mempersembahkan potongan-potongan kain sebagai jubah Kathina dan setelah menerimanya, maka Sangha harus membuat jubah. Sangha harus membuat jubah dan menyelesaikannya dalam satu hari, tidak boleh melewati fajar keesokan harinya. Setelah menerima bahan jubah, semua bhikkhu di wihara harus membantu membuat jubah. Anda harus memotong kain, dan menjahitnya dan kemudian anda harus mencelupnya. Mencelup jubah juga bukan pekerjaan mudah. Anda harus membuat cairan pencelup itu sendiri dan tidak ada toko di mana anda bisa membeli pencelup siap-pakai. Pencelup itu kebanyakan dibuat dari kulit pohon atau inti batang pohon. Dan ketika jubah telah dicelup, jubah itu belum berwarna seperti seharusnya pada celupan pertama. Maka harus dilakukan pencelupan kedua untuk mendapatkan warna yang diharapkan. Jika ada matahari, maka hal itu tidak menjadi masalah. Tetapi jika langit berawan, maka akan menjadi masalah untuk mengeringkan jubah agar dapat dicelup lagi dan kemudian digunakan untuk melakukan upacara Kathina.

Pada masa sekarang ini kami lebih beruntung karena umat-umat awam mempersembahkan jubah siap-pakai. Jika bukan jubah siap-pakai, maka kami harus melakukan sesuatu untuk menjadikannya jubah. Semua bhikkhu harus membantu untuk membuat jubah, beberapa bhikkhu menjahit, beberapa mempersiapkan celupan, dan sebagainya. Ada banyak pekerjaan. Itulah sebabnya mengapa, pada masa Buddha, umat-umat mempersembahkan jubah Kathina tidak pada waktu seperti ini. Mereka datang pagi-pagi agar para bhikkhu memiliki cukup waktu untuk membuat jubah. Ketika mereka membawa bahan jubah, mereka juga harus membawa makanan untuk para bhikkhu karena pada hari itu para bhikkhu tidak bisa keluar untuk menerima dana makanan. Mereka harus melakukan pekerjaan di wihara, dan oleh karena itu mereka membawa makanan dan hal-hal lain yang diperlukan oleh para bhikkhu. Ada banyak aktivitas di wihara pada hari Kathina. Tetapi pada masa sekarang ini umat-umat hanya datang dan mempersembahkan jubah, dan Sangha hanya menerima jubah ketika mereka melakukan upacara Kathina. Sungguh sangat memudahkan pada masa sekarang.

Karena jubah Kathina hanya dapat dipersembahkan kepada Sangha satu kali dalam setahun, maka ini adalah kesempatan yang jarang. Dan karena jarangnya kesempatan untuk mempersembahkan jubah Kathina kepada Sangha, maka persembahan jubah Kathina dikatakan menghasilkan jasa besar dan juga istimewa karena hanya persembahan Kathina yang memberikan lima manfaat lain kepada bhikkhu penerima. Jika anda mempersembahkan sesuatu – anda mempersembahkan makanan kepada para bhikkhu atau anda mempersembahkan jubah kepada individu bhikkhu tertentu dan seterusnya – maka anda memperoleh jasa. Ketika anda mempersembahkan jubah, mereka memperoleh jubah, tapi tidak memperoleh hal lainnya. Tetapi persembahan jubah Kathina ini dapat memberikan lima manfaat kepada para bhikkhu. Para bhikkhu dapat memperoleh kelima manfaat ini hanya melalui pelaksanaan Kathina. Jika para bhikkhu tidak melaksanakan Kathina, maka mereka tidak akan memperoleh kelima manfaat ini. Dan mereka hanya dapat melaksanakan Kathina jika mereka memperoleh jubah Kathina yang dipersembahkan oleh umat-umat awam.

Jadi, mempersembahkan jubah Kathina adalah kesempatan yang jarang bagi umat-umat awam dan juga bermanfaat bagi para bhikkhu dalam lebih dari satu cara. Jadi mereka juga memperoleh lima manfaat ini; kita boleh menyebutnya “Manfaat Sampingan.” Kelima manfaat ini diperoleh dan dinikmati oleh Sangha dan semua bhikkhu hingga hari purnama bulan Maret.

Anda mungkin ingin tahu apa kelima manfaat ini. Maka saya harus merujuk anda pada Buku Vinaya. Anda dapat membaca buku itu atau bertanya kepada seorang bhikkhu nanti. Saya akan memberikan petunjuk. Para bhikkhu harus menjalankan – anda tahu berapa peraturan? 227 peraturan. Anda tahu – bahkan menjalankan lima sila dan tidak melanggarnya adalah tidak mudah. Jadi jika anda harus menjalankan seratus peraturan, dua ratus peraturan atau 227 peraturan, itu adalah sangat sulit. Kadang-kadang kami berharap bahwa kami dapat dibebaskan dari beberapa aturan. Persembahan Kathina ini, pelaksanaan Kathina ini memenuhi keinginan ini. Kathina ini memberikan kebebasan kepada kami atas empat aturan Vinaya secara sementara atau hingga hari purnama bulan Maret. Hingga waktu itu, kami dibebaskan dari empat aturan Vinaya.

Kemudian ada lagi manfaat lain yaitu memiliki kekuasaan atas jubah-jubah yang dipersembahkan kepada Sangha pada saat itu. Ini berarti ketika jubah-jubah dipersembahkan kepada Sangha, maka Sangha akan menyimpan jubah-jubah itu. Ketika mereka memperoleh cukup jubah untuk dibagikan, maka Sangha harus membagikan kepada individu-individu bhikkhu. Ketika mereka membagikan, maka mereka harus membagikan kepada semua bhikkhu yang hadir pada saat pembagian itu. Bukan hanya kepada para bhikkhu yang melakukan upacara Kathina, tetapi mungkin ada para bhikkhu tamu dari wihara lain atau negeri lain dan jika mereka ada di sini pada saat pembagian, maka mereka juga berhak menerima bagian. Jika kami sedang membagikan di sini, maka kami harus memberikan satu bagian kepada mereka. Jika kami melakukan Kathina, dan kami memiliki kelima manfaat ini, maka kami boleh menyimpan jubah itu hanya untuk kami sendiri dan kami boleh tidak membagikannya kepada bhikkhu tamu. Ini adalah satu kekuasaan atas pembagian jubah-jubah Sanghika. Jadi secara keseluruhan kami memperoleh lima manfaat ini: kebebasan dari empat aturan Vinaya dan kekuasaan atas pembagian jubah yang dipersembahkan kepada Sangha.

Jadi, bukankah baik sekali memberikan persembahan kepada Sangha? Ya. Ketika anda mempersembahkan jubah Kathina, anda sebenarnya mempersembahkan kelima manfaat ini. Tidak ada tindakan dana lainnya yang memberikan lima hak istimewa ini kepada Sangha yang menerima. Itulah sebabnya mengapa disebut tindakan dana yang istimewa. Suatu dana yang juga memberikan kelima manfaat atau hak istimewa kepada penerima. Jadi, anda mengetahui bahwa jubah Kathina harus dipersembahkan kepada Sangha agar Sangha dapat melakukan upacara Kathina.

Ada lagi alasan lain. Mengapa anda mempersembahkan jubah kepada Sangha? Walaupun tidak berhubungan dengan Kathina, hal ini tetap patut diperhatikan. Yaitu suatu ajaran bahwa persembahan kepada Sangha memberikan hasil yang lebih besar daripada persembahan kepada seorang individu. Agar dana anda memberikan hasil yang lebih besar, maka anda memberikan dana kepada Sangha.

Anda mungkin pernah mendengar tentang bibi Buddha yang juga menjadi ibu tiri atau ibu pengasuh-Nya yang bernama Maha Pajapatigotami. Ia ingin mempersembahkan jubah kepada Buddha, dikatakan dalam buku bahwa ia memintal benangnya sendiri, ia menenun kain itu sendiri, dan ia membuat jubah itu sendiri. Setelah ia selesai membuatnya, ia mempersembahkan sepasang jubah, mungkin dua jubah, kepada Sang Buddha. Ketika ia mempersembahkan kepada Buddha, dengan mengatakan “Ini adalah, seperti pada masa kini dikatakan, sebagai buatan-rumah atau buatan-tangan.” Ia berkata, “Aku memintal benang sendiri, aku menenun kain sendiri. Aku membuat jubah ini sendiri. Sudilah menerima jubah-jubah ini.” Tetapi Buddha menolak. Sang Buddha berkata, “Persembahkanlah kepada Sangha. Jika engkau mempersembahkan kepada Sangha, maka Aku juga sebenarnya turut menerimanya.” Untuk kedua kalinya, Gotami memohon agar Buddha menerimanya dan untuk kedua kalinya Buddha menolak. Dan untuk ketiga kalinya Buddha menolak.

Adalah Yang Mulia Ananda yang tidak bisa tetap berdiam diri. Maka ia melibatkan diri dan berkata, “Bhante, sudilah menerima jubah-jubah yang dipersembahkan oleh Gotami karena Gotami telah sangat membantu Engkau. Ketika ibu-Mu meninggal dunia, Engkau hanyalah seorang anak berusia tujuh hari. Ia mengadopsi Engkau dan menyusui-Mu sendiri sementara ia menyerahkan anak kandungnya sendiri kepada pengasuh lainnya. Ia telah berbuat banyak untuk-Mu. Jadi, sudilah menerima jubah-jubah itu. Dan juga Engkau telah sangat membantu bagi Gotami karena melalui khotbah Dhamma yang Engkau babarkan, Gotami telah menjadi seorang Sotapanna.” Demikianlah ia memohon kepada Buddha. Dan kemudian Buddha membabarkan hal lain. Apa yang tidak memuaskan pada kisah ini adalah bahwa kisah ini berakhir di sana. Kita tidak mengetahui apakah Gotami mempersembahkan jubah-jubah itu kepada Sangha atau kepada Buddha. Kita dapat menyimpulkan bahwa Gotami mempersembahkan jubah-jubah itu kepada Sangha.

Mengapakah Buddha memberitahu Gotami agar mempersembahkan jubah-jubah itu bukan kepada diri-Nya melainkan kepada Sangha? Satu jawaban adalah bahwa Buddha ingin agar Gotami memperoleh jasa yang lebih besar. Jika ia mempersembahkan kepada Buddha, maka ia memperoleh satu jasa. Jika ia mempersembahkan kepada Sangha termasuk Buddha, maka ia memperoleh jasa lebih besar. Agar Gotami memperoleh jasa lebih besar, Sang Buddha berkata, “Persembahkanlah kepada Sangha.”

Sumber: http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=23170.msg41

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>