Mau Dimaafkan? Maafkan Orang Lain Terlebih Dahulu

Posted by on 9 Nov 2012, 17:36 in Blog | in tag: | 0 comments

Kadang bila kita merenung, "Dulu saya lahir dari keluarga miskin. Ketika melihat orang kaya, saya bertanya-tanya mengapa mereka egois, tidak mau menolong orang miskin memperbaiki masa depan, bahkan tidak jarang mereka malah memandang rendah orang miskin?"

Namun, ketika kemudian saya menjadi kaya karena bekerja keras, "Saya merasa orang miskin itu malas, tidak mau berinisiatif, maunya ditolong, iri, & tak pernah berterima kasih."

Mengapa begini?
Tak jarang dalam hidup ini, kita punya standar ganda dalam "Menakar & Mengukur".

Kita kerap menilai orang lain dari "takaran" atau pandangan subjektif kita dan tidak mampu memahami orang lain dari sudut pandang orang itu.
Kita kerap menuntut orang lain bersikap dan berbuat seperti yang kita mau, padahal kita sendiri belum tentu melakukan yang sebaliknya.

Ketika berbuat salah, kita tak mau dihakimi. Sebaliknya, minta dimaafkan dan dibantu keluar dari kesalahan.
Ketika membeli, kita menginginkan barang yang berkualitas dengan harga bagus dan akan sangat marah jika dibohongi.
Ketika susah, kita mau orang lain menolong, dan kita ingin kita yang diutamakan dulu.

Apabila kita rindu akan kebaikan, maka kita harus melakukan kebaikan.

Apabila kita rindu dimaafkan ketika bersalah, maka kita harus memaafkan orang yang bersalah kepada kita.

Ukuran yang kamu pakai utk mengukur, akan diukurkan kepadamu…

Konfusius berujar: Jika kamu tidak suka diperlakukan "jahat" oleh orang lain, maka kamu jangan melakukan "kejahatan" pada orang lain juga.

Semoga bermanfaat.

Dari : Broadcast BBM

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>