Merenungkan “Kata-kata Renungan”

Posted by on 29 Nov 2012, 22:15 in Blog | in tag: | 2 comments

*Perenungan Kata untuk Kata Perenungan*

Jangan karena kita telah hafal 1.000.000 Kata Perenungan, lalu kita merasa bebas untuk menggunakannya, seperti seorang penagih hutang tanpa hati nurani atau seperti menghakimi seseorang hanya karena mata melihat sesuatu tanpa mempertimbangkan alasan serta hati nurani. Sesungguhnyalah hati manusia bisa menjadi sangat dahsyat bercabang-cabang tak terhingga sehingga mudah terpengaruh kepentingan kelompok dan sifat egois.

Kata Perenungan bukan dipakai untuk mencari-cari kesalahan orang lain. Kalau tidak percaya silahkan tanyakan langsung kepada yang membuatnya, jangan langsung menyalahkan si pembuatnya. Kata Perenungan adalah bentuk yang “sangat singkat” dari sebuah perjalanan/pengalaman hidup manusia selama puluhan/ratusan/ribuan tahun. Kata Perenungan dibuat singkat sehingga mudah diucapkan dan dihafal, namun demikian untuk dapat mengetahui isi (makna) sebenarnya dari sebuah Kata Perenungan diperlukan pendalaman iman/prinsip, sehingga tidak mudah terpengaruh faktor luar/negatif yang tidak menentu. Mungkin jumlah faktor kehidupan (salah satunya pengalaman hidup) yang terpikirkan sebelum mengambil keputusan adalah hal yang dapat menentukan tingkat kebijaksanaan seseorang.

Kata Perenungan dapat dijadikan sebagai pedoman hidup bagi diri sendiri. Namun demikian, apapun pilihan dan pengalaman Anda, yang pasti “Lakukanlah dengan Niat Baik dan Tulus” daripada hanya mengungkit kesalahan seseorang yang dipaksakan dengan sebuah kata perenungan.

Daripada membaca terus menerus sebuah buku/kitab, lebih baik ada praktik niat baik dan tulus yang ditujukan kepada seluruh makhluk hidup.

Di dunia ini ada berbagai macam karakter manusia, jangan pula kita mendiskriminasi seseorang hanya karena karakternya berbeda dengan kita. Bukankah cinta kasih merangkul kita semua? Meskipun demikian, kita pun sebagai manusia yang telah dibekali dengan otak/akal budi dan juga hati nurani harus bisa memasang jarak aman dari hal-hal yang bersifat negatif. Kita masih berada di dunia ini, akan selalu ada hal baik dan buruk (kenyataan), maka kita harus bisa waspada dan menghindar.

Pengetahuan, pengalaman dan pelatihan diri yang telah dijalani masing-masing individu tidak/belum tentu sama.



Dari : Broadcast BBM

2 Comments

  1. satria says:

    suka

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>