Uang Kembalian yang Kelebihan

Posted by on 25 Dec 2012, 10:44 in Blog | in tag: | 0 comments

Beberapa tahun lalu, seorang pendeta baru saja pindah ke Houston, Texas. Setelah beberapa minggu, pada satu waktu dia berkesempatan untuk naik bis dari rumahnya menuju pusat kota.

Ketika dia sudah duduk, pendeta itu baru menyadari bahwa uang kembalian yang dia terima dari si pengemudi lebih dari seharusnya. Kelebihannya hanya beberapa sen saja.

Tiba-tiba sesuatu seolah berkata kepadanya, “Segera kembalikan recehan itu. Jangan menyimpannya, itu salah.”

Lalu pikirannya sendiri berkata, “Ah, lupakan saja, lagipula cuma recehan. Siapa yang peduli dengan jumlah yang begitu kecil? Perusahaan bis ini juga sudah mendapatkan lebih dari harga karcisnya; mereka tidak akan kehilangan apa pun. Terima saja sebagai ‘hadiah dari Tuhan’ dan jangan bicara apa-apa.”

Ketika tiba di tempat tujuannya, di pintu keluar dia berhenti sejenak, lalu mengembalikan kelebihan uang kembalian tersebut dan berkata, “Uang kembalian yang kamu berikan kelebihan.” Dengan tersenyum si pengemudi menjawab, “Bukankah bapak adalah pendeta yang baru itu? Saya sudah berpikir untuk datang beribadah di tempat lain. Saya ingin tahu apa yang akan bapak lakukan seandainya saya memberikan uang kembalian lebih dari yang seharusnya. Sekarang saya yakin ke mana saya harus beribadah dan hari Minggu ini kita pasti akan bertemu di gereja.”

Ketika pendeta itu telah keluar dari bis, segera dia memegang tiang listrik yang ada di dekat situ dengan sangat erat, dan berkata, “Ya Tuhan Bapaku, aku hampir saja menjual nama-Mu demi recehan.”

Pesan moral:
Hidup dari setiap kita seperti buku yang bisa dibaca oleh setiap orang lain. Yang menjatuhkan nama baik / reputasi kita bukan orang yang menghina kita melainkan sikap dan kelakuan kita sendiri.

Tidak penting kita menanggapi orang yang mencemooh kita, yang iri, yang memfitnah, yang berusaha menjatuhkan kita, karena jika kita membuktikan dengan kelakuan kita yang baik, maka emas tetaplah emas meski ia dibuang di bak sampah dan bangkai tetaplah bau meski dibalut kain sutra…

Semoga cerita ini bermanfaat untuk kita semua.

Dari : Broadcast BBM

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>