Seorang Komisaris Bank Kaya Raya yang Mencari Kebahagiaan di Panti Asuhan

Posted by on 29 Jan 2013, 13:19 in Blog | in tag: , | 0 comments

Seorang komisaris bank yang kaya raya, punya segala-galanya, tapi merasa hidupnya tidak berbahagia, hampa dan kosong.

Lalu pada suatu hari seorang sahabatnya mengajaknya ke sebuah panti asuhan agar hatinya bisa tentram, damai, & bahagia. Akhirnya sang komisaris pun mengikuti sahabatnya itu.

Namun setelah selesai acara, hati sang komisaris masih belum bahagia.
Ia pun melangkah ke arah mobilnya dengan lesu. Tetapi baru saja kakinya melangkah ke luar pintu pagar panti asuhan, tiba-tiba seorang anak perempuan kecil menarik tangannya.

"Om mau pulang ya?"
"Iya, nak," jawab sang komisaris sambil tersenyum.
"Om, boleh gak aku minta sesuatu ke om?" tanya anak kecil yang bernama Nanda itu.
"Boleh.."
"Tapi..aku takut gak boleh sama om".

Sang komisaris tersenyum. Ia orang kaya, apa yang tidak bisa dibelinya…
Apalagi untuk anak yatim piatu yang lugu ini, pastilah permintaannya akan dipenuhi.

"Memangnya Nanda mau minta apa?" tanya sang komisaris sambil memegang tangan Nanda.
"Om.. Nanda minta, Nanda pengen manggil ayah ke om, boleh gak?"

Sang komisaris kaget. Tenggorokannya terasa tercekik. Sebuah permintaan yang tidak pernah diduganya. Ternyata bukan boneka yang diminta Nanda, bukan juga uang, hanya sebuah sebutan ‘ayah’. Tanpa terasa hatinya bergetar hebat

"Boleh. Nanda boleh panggil ayah ke om".
"Makasih…ayah. Kapan ayah datang lagi? Nanda boleh minta lagi ke ayah?"
"Boleh, sayang, Nanda mau minta apa?"
"Nanda minta, kalo ayah datang lagi ke sini, bawa foto ayah ya… Nanda mau simpan di kamar Nanda. Jadi kalo Nanda kangen sama ayah, Nanda bisa cium foto ayah"

Sang komisaris mengangguk, dengan berlinang air mata sang komisaris memeluk erat & berkata, "Besok ayah datang lagi ke sini. Akan ayah bawakan foto ayah & akan sering datang ketemu sama Nanda."

Hati sang komisaris pun sangat BAHAGIA.

Ternyata bahagia itu bukan saat kita bisa memiliki segalanya, melainkan saat kita bisa memberi apa yang KITA MILIKI untuk orang lain, meski hanya sebuah ungkapan "CINTA" yang sederhana.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>