Belajar dari yang Berlalu, Bermawas pada Saat ini, & Berkesadaran Menyongsong Esok. 26 Januari – 83 BETTER

Posted by on 29 Jan 2013, 13:39 in Blog | in tag: | 0 comments

Pagi itu seorang pria membersihkan halaman rumahnya dari lumut dan kotoran yang menempel dengan menggunakan sikat. Setelah itu mulailah ia menyapu lalu membilas lantai tersebut dengan air agar tuntas bersihnya.

Ia mengamati, setiap ia membersihkan dengan sikat maka ada saja lumut atau kotoran yang kembali walau tidak di tempat semula. Demikian pula setiap menyapunya, sisa lumut yang kecil maupun debu kotoran masih saja ada yang tertinggal atau terbang kembali. Saat ia membilas dengan air, barulah sisa-sisa lumut dan kotoran itu hanyut terbawa aliran air.

Namun saat aliran air melambat karena semakin banyaknya air yang menggenang, maka sebagian sisa lumut dan kotoran yang terbawa air itu seakan kembali lagi sesuai aliran air yang memutar kembali karena harus "antre" menuju lubang pembuangan.

Ia harus menutup kran sementara hingga genangan air yang ada berkurang untuk kemudian membuka kran air lagi dan mulai membilas lantai itu kembali. Hal ini harus ia lakukan berulang hingga seluruh sisa lumut dan kotoran terbawa aliran air sampai bersih.

Pria itu tidak merasa lelah atau bosan karena ia tahu setiap kali ia membersihkan dengan sikat maka setiap kali pula ada kotoran yang berkurang, setiap ia menyapu maka ia tahu kotoran itu terbawa, dan setiap membilas ia pun tahu ada kotoran yang telah benar-benar hilang.

Seperti kehidupan kita saat membersihkan kotoran batin ini…

He that can have patience can have what he will. (Benjamin Franklin)
Belajar dari yang berlalu, Bermawas pada saat ini, & Berkesadaran menyongsong esok.
26 Januari – 83 BETTER

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>