Belajar dari yang Berlalu, Bermawas pada Saat ini, & Berkesadaran Menyongsong Esok. 25 Januari – 83 BETTER

Posted by on 29 Jan 2013, 15:44 in Blog | in tag: | 0 comments

Seorang bapak menunggu di sebuah tempat praktek dokter yang bukan hanya terkenal pandai tetapi juga terkenal sangat ramai dan antre yang panjang sekali. Bapak tersebut sudah mendaftar dari seminggu sebelumnya dan mendapatkan nomor urut 45.

Ia tiba di sana pukul 21.00 dan antrean masuk nomor 40. Menjelang pukul 22.00 antrean sudah nomor 44, tiba-tiba datanglah seorang ibu yang langsung “disiapkan” masuk oleh asisten dokter tersebut. Banyak orang yang kesal melihat kejadian ini.

Saat pasien nomor 44 keluar dari ruangan, maka mereka segera meminta si bapak (pemegang nomor urut 45) untuk masuk sebelum didahului oleh ibu itu. Di luar dugaan, si bapak justru mempersilahkan ibu itu untuk masuk terlebih dahulu. Para pasien yang lain tentu sangat terkejut dan kebanyakan menjadi dongkol bukan lagi kepada ibu itu tetapi pada sang bapak tersebut.

Mereka berpikir begitu bodohnya bapak itu mempersilahkan orang lain masuk duluan tanpa mengantre bahkan mendaftar terlebih dahulu. Mereka tidak mengetahui bahwa bapak itu mempersilahkannya mendahului karena ia mengetahui si ibu adalah seorang yang hidup sebatang kara, tinggal di daerah terpencil dan “mampu” ke dokter tersebut karena selalu dibebaskan dari biaya apa pun oleh sang dokter. Bahkan untuk obat dan uang transport justru selalu diberi oleh sang dokter.

Saat mengetahui fakta seputar si ibu, pasien yang lain dengan cepat berubah pikiran menjadi iba. Membayangkan betapa ibu itu sengaja datang di waktu malam agar tidak mengganggu waktu pasien-pasien yang lain walaupun rumahnya sangat jauh. Ia juga sama sekali tidak terlihat sedih ketika semua mata melihat ke arahnya dengan tajam dan terlihat marah.

Seperti kehidupan kita, ada kalanya berbuat baik justru dianggap “bodoh” oleh orang lain yang tidak memahami alasan kita……


Those who do not know how to weep with their whole heart do not know how to laugh either. (Golda Meir)

Belajar dari yang berlalu, Bermawas pada saat ini, & Berkesadaran menyongsong esok.

25 Januari – 83 BETTER

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>