Kakek yang Melukai Pahanya Sendiri

Posted by on 12 Mar 2014, 11:47 in Blog | in tag: | 0 comments

Hujan lebat telah merusakkan sebuah jembatan kereta api (KA) di sebuah lereng gunung. Seorang kakek kebetulan lewat tempat itu. Melihat jembatan besi yang telah ambruk, segera pikirannya membayangkan betapa peristiwa mengerikan akan terjadi nanti.

Tiba-tiba terdengar olehnya gema suara dari arah kejauhan, seolah melaporkan bahwa serangkaian gerbong KA sedang mendekat. Serentak itu juga hatinya tergerak ingin menolong jiwa-jiwa yang tengah diangkut KA tersebut.

Maka tanpa ragu-ragu, dan tanpa tawar-menawar ia melukai pahanya sendiri dengan sebilah pisau, dilepaskannya kemejanya yang berwarna putih, dilumuri dengan darah yang merah segar, kemudian ia berdiri di lerang yang agak tinggi, ia berteriak sekuatnya, sambil mengibar-ngibarkan kemejanya yang telah berlumuran darah, dengan maksud agar masinis melihat warna merah itu dan mau menghentikan lajunya kereta api.

Para penumpang kelas satu, dua, dan tiga semua sedang bersantai. Mereka tidak tahu bahwa sebentar lagi mereka akan dihadapkan pada kematian dan luka-luka yang amat mengerikan!

Tangan pak tua itu terus melambai, darah juga masih mengucur dari pahanya, suara teriakannya kian melemah. Ketika masinis dari kejauhan melihat warna merah, serta merta dengan segala dayanya menghentikan kereta api.

Namun bersamaan itu pak tua sudah tergolek di dalam lumuran darah. Para penumpang bertanya-tanya mengapa kereta dihentikan di sini. Tetapi setelah mereka turun dari kereta, barulah jelas bahwa jembatan besi di depan mereka telah runtuh. Mereka merasa sangat berterima kasih kepada pak tua yang rela berdarah dan berkorban demi keselamatan mereka.

Di atas makam pak tua itu kemudian dituliskan : “Dia mati menggantikan kita!”

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>