Mayapada Hospital Luncurkan Operasi Kanker Gratis bagi Anak

Posted by on 9 Jun 2014, 14:23 in Blog, Pengobatan | in tag: | 0 comments

Jakarta – Mayapada Hospital di bilangan Jakarta Selatan meresmikan layanan operasi gratis bagi penderita kanker anak dari keluarga tidak mampu di seluruh Indonesia. Peresmian dilakukan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dan pendiri Mayapada Group Dato Sri Prof Tahir, Senin (26/5).

Dato Sri Tahir mengatakan, peresmian ini menandakan dimulainya layanan operasi gratis kepada anak penderita kanker. Layanan tersebut dikhususkan bagi anak dari keluarga tidak mampu di bawah usia 12 tahun.

“Ini sebagai bentuk kepedulian Tahir Foundation dan Mayapada Hospital terhadap anak-anak sebagai penerus bangsa. Tahir Foundation bersama Mayapada Hospital turut berkontribusi dengan memberikan bantuan layanan kesehatan untuk pengobatan penyakit kanker,” kata Tahir.

Layanan ini, kata Tahir, mencakup kemoterapi, transplantasi dan rehabilitasi. Adapun tindakan transplantasi diperkirakan seharga Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar per anak. Mayapada Hospital juga menyediakan tempat penginapan gratis kepada penderita dan keluarganya selama masa pengobatan.

Tahir menjelaskan, banyak anak di Indonesia yang menderita penyakit kanker. Namun, karena ketidakmampuan ekonomi membuat sebagian tidak terobati dan akhirnya meninggal. Ia mencontohkan, di beberapa rumah sakit di Singapura semua pasien kanker anak berasal dari negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Rata-rata, mereka menderita penyakit kanker darah, dan sebagian meninggal karena pada saat datang berobat sudah stadium lanjut.

Nafsiah Mboi memberikan apresiasi tinggi kepada Tahir Foundation dan Mayapada Hospital yang berinisiatif memberikan pengobatan gratis kepada penderita kanker anak. Menurutnya, dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah, peran swasta sangat dibutuhkan mengingat jumlah kasus kanker, termasuk kanker anak, semakin banyak. Sementara biaya untuk pengobatan kanker sangat mahal.

Meski dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tarifnya masih rendah, yaitu hanya sekitar Rp 200 juta per tindakan. Tetapi, menurut menkes, anggaran untuk pengobatan saja tidak cukup. Pencegahan jauh lebih penting melalui pola hidup sehat dan juga deteksi dini.

“Deteksi dini sangat penting untuk mengetahui kanker itu lebih awal. Jika lebih dini ditemukan, pengobatannya akan jauh lebih efektif, dan kemungkinan sembuh jauh lebih besar. Sayangnya banyak anak Indonesia tidak melakukan deteksi dini karena tidak punya biaya,” kata menkes.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>