Kesaktian dalam Perspektif Buddhis, Mg 15 Mar 2015,09:00 @ Prasadha Jinarakkhita,Jkt

Date:15 Mar 2015, 09:00 Ages: Price: Type: Location:

Sukhi hontu,
Mari ‘ber-hari Minggu di PJ’ bersama Ashin Kheminda.

Buddhism tidak menganggap kesaktian sebagai tanda kesucian seseorg. Apabila ada seseorg yg bisa menyembuhkan, misalnya, tangan yg sdh diamputasi, tumbuh menjadi normal kembali (walaupun kesaktian yg efeknya terukur dan bisa dilihat dg mata telanjang spt ini sepertinya belum pernah ada di dalam sejarah) dan ia kemudian berkata,”Inilah tanda kebesaranku! Akulah sang penguasa! Percayalah padaku dan ikutilah semua yg aku ajarkan!”, tentu saja kita tdk boleh serta merta mengikutinya. Apa yg dia pertontonkan tdk mendukung apa yg diucapkannya. Kalaupun keduanya dianggap berkaitan maka hubungan yg ada hanya muncul dari batin yg delusional atau hanya muncul dari persepsi kita yg terdistorsi.

Lalu, bagaimana Buddhism memperlakukan kesaktian, keajaiban ataupun mukjizat? Haruskan kita mengejarnya? Haruskah kita menyerahkan kehidupan kita pada seseorg/mahluk yg telah mengklaim mempunyai atau telah menpertontonkan kesaktiannya? Apa yg Buddha ajarkan ttg jenis kesaktian tertinggi yg wajib “dikejar” oleh para bhikkhu?

Ashin Kheminda akan kembali membabarkan Dhamma dg judul:

“KESAKTIAN DALAM PERSPEKTIF BUDDHIS”

Hari/ Tgl : Minggu, 15 Maret 2015,
Pukul : 09-11.30 WIB,
Tempat : Auditorium (Lantai 1) Prasadha Jinarakkhita
Jl. Kembangan Raya Blok JJ Puri Indah, Kembangan Selatan, Jakarta Barat.

Mohon bantuannya menyebarkan BC ini demi kebahagiaan sebanyak mungkin mahluk.

Info: hubungi Lily: (021) 91019550 / 081316913166.

~Sekretariat PJBI~

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>