Retret Namcho Ngondro dan Phowa, Jm 17-21 Jul 2015 @ Jambi

Date:17 Jul 2015, 08:00 Ages: Price: Type: Location:

Sekuntum Teratai untuk Anda semua, para calon Buddha

Di tahun 2015 ini, Khenpo Thubten Dorji Rinpoche akan memberikan Dharmadesana berupa pengenalan dan transmisi Namcho Ngondro di setiap kota dan kabupaten yang dikunjungi. Retret Namcho 5 hari juga akan diadakan di Jambi dan di Puncak dengan jadwal sebagai berikut:

Jambi – Tgl 17 sd 21 Juli 2015
- Retret Namcho Ngondro
- Retret Namcho Phowa

Puncak – Tgl 13 sd 17 Agustus 2015
- Retret Namcho Ngondro
- Retret Namcho Phowa
- Dzogchen tahun pertama

Agar memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang Namcho, Kami undang Saudara Saudari Sedharma untuk membaca penjelasan singkat di bawah ini. Nantikan jadwal Dharmadesana dan transmisi Namcho Ngondro di kota masing masing dan silahkan catat jadwal Retret Namcho untuk 2 kota di atas. Luangkan waktu Anda untuk bisa mengikuti ajaran dan instruksi Namcho yang sangat berharga ini.

Salam Maitri,
Tim Panitia Dharmajala & Adhiraja

Namcho
Namcho diterjemahkan sebagai Dharma Angkasa. Terma Namcho terungkap di abad ke-17 oleh Terton Mingyur Dorje yang menerimanya dari Avalokiteshvara Bodhisattva dan Guru Rinpoche. Ajaran ini diturunkan oleh Terton Mingyur Dorje ke Karma Chagme Rinpoche dan kemudian ke Rigdzin Kunzang Sherab yang merupakan pendiri sekaligus pemegang silsilah pertama Palyul, dan seterusnya diturunkan secara tidak terputus hingga saat ini.

Namcho terdiri dari seluruh siklus latihan mulai dari latihan pendahuluan Ngondro hingga ke Dzogchen. Ajaran dan instruksi Namcho secara bertahap menyebar luas di Indonesia.

Salah satunya melalui Khenpo Thubten Dorji Rinpoche yang telah menyusun dan menetapkan Program Jalur Pembebasan 10 Tahun Namcho di Indonesia yang terdiri dari :
1. Tahun Pertama : Namcho Ngondro
2. Tahun Kedua : Namcho Phowa
3. Tahun Ketiga hingga Tahun kesepuluh: Dzogchen tahun pertama hingga tahun ketujuh.

Namcho Ngondro

Latihan Pendahuluan Umum & Khusus dalam Jalur Pembebasan (Dzogchen)

Tujuan Latihan Pendahuluan Umum adalah untuk mentransformasikan batin kita untuk senantiasa menuju Dharma melalui perenungan tentang kelahiran manusia yang sangat berharga, ketidakkekalan, hukum sebab dan akibat (karma) dan penderitaan di samsara.

Latihan Pendahuluan Khusus ataupun Ngondro terdiri dari perlindungan dalam tiga permata berharga – Buddha, Dharma, dan Sangha, Bodhicitta – praktek dari enam kesempurnaan dan aspirasi untuk merealisasikan pencerahan demi semua makhluk. Akumulasi jasa kebajikan melalui Latihan Mandala. Penyesalan, pertobatan, purifikasi kenegatifan dan halangan melalui Latihan Vajrasattva, serta Latihan Guru Yoga.

Seluruh latihan ini merupakan upaya kausalya untuk purifikasi kenegatifan (yang ditimbulkan melalui tubuh, ucapan, pikiran) dan akumulasi kebajikan guna menuju Latihan Praktik Dharma tingkat lanjut.

Namcho Phowa (pemindahan kesadaran pada saat kematian)
Terdapat banyak latihan Phowa yang berbeda-beda. Kebanyakan adalah Sadhana Amitabha. Amitabha adalah yidam istimewa yang membantu dalam pemindahan kesadaran pada saat kematian. Jika kita tidak memiliki keraguan maka tidak akan ada banyak rintangan untuk terlahir kembali di Sukhavati.

Dalam tradisi Buddhis Tibet, Phowa dianggap sebagai latihan yang paling berharga dan efektif untuk kematian. Kata phowa berarti pemindahan atau pelemparan kesadaran ke dalam kondisi sejati. Kesuksesannya tergantung dari memohon kehadiran Buddha yang dikombinasikan dengan penerimaan dan devosi kita, serta kebiasaan yang datang dari melakukan latihan secara berulang-ulang sepanjang hidup kita. Selain itu juga membantu mempurifikasi rasa sesal kita, bahaya, dan kenegatifan, serta bisa juga digunakan untuk membantu penyembuhan emosional atau fisik.

Jika kita melatih Esensi Phowa secara berulang-ulang, motivasi yang dilandasi welas asih, dan devosi keyakinan kita akan tumbuh makin dalam, dan makin bertambah hingga menjadi bagian dari “daging dan tulang” kita. Saat mulai melaksanakan latihan, hati dan pikiran kita terbuka, lebih bebas dan tanpa batas. Jika kita mempersiapkan kematian secara terbiasa, devosi dan keyakinan yang mendalam, kita akan menuai pahala yang lain. Misalnya, ketakutan akan kematian akan lenyap. Dan bahkan jika kita berada pada kecelakaan yang mendadak, menghadapi kematian tanpa peringatan, kita akan tahu bagaimana untuk melepas dengan cara yang terbaik, karena latihan mendalam ini telah menjadi seperti sebuah refleks.

Dzogpa Chenpo (Dzogchen)
Ajaran dan instruksi tertinggi di silsilah Nyingma adalah Dzogpa Chenpo atau atiyoga dan lebih dikenal sebagai Dzogchen. Kata “Dzogpa” berarti kesempurnaan yang mengacu pada ‘Rigpa’. Rigpa merupakan pengalaman trikaya. Sedangkan kata “Chenpo” berarti agung.

Akar Latihan Dzogchen adalah untuk merealisasikan Rigpa, Hakikat keBuddhaan yang merupakan sifat dasar batin. Melalui Latihan Dzogchen, seseorang berkesempatan untuk merealisasikan pencerahan di kehidupan ini juga demi manfaat semua makhluk.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>