Y.A. Biksu Cattapunno Tutup Usia di Usia 84 tahun

Posted by on 2 Aug 2012, 09:01 in Blog | in tag: | 0 comments

MENUJU ALAM BAHAGIA

Y.A. BIKSU CATTAPUNNO
dalam usia 84 Tahun

Pada hari Selasa, 31 Juli 2012, pukul 10.12 WIB.

Almarhum disemayamkan di Wihara Ekayana Graha, Jl. Mangga II No. 8, Duri Kepa, Jakarta Barat 11510

Upacara Tutup Peti :
Rabu, 1 Agustus 2012 pukul 19.00 WIB

Kremasi :
Minggu, 5 Agustus 2012 pukul 14.00 WIB berangkat dari EBC.
(menuju Krematorium King Palace Dadap)

Jadwal Upacara Pelimpahan
(Untuk Hari Sabtu & Minggu jadwal akan disesuaikan)
Pkl. 08.00 – 09.00 WIB
Pkl. 14.00 – 15.00 WIB
Pkl. 16.00 – 17.00 WIB
Pkl. 19.00 – 21.00 WIB

Pimpinan Sagin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung selama Bhante Cattapunyo dalam masa perawatan pasca stroke, hingga nanti selesai seluruh upacara kremasi.

Semoga beliau terlahir di alam yg lebih berbahagia dan dapat segera merealisasi pencerahan.

BIKU CATTAPUNNYO

Biku Cattapunno dilahirkan dengan nama Soeparno pada tanggal 15 November 1928 di Jemono, Kelurahan Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Ayahnya bernama Sastro Taruno dan ibunya bernama Giyem.

Soeparno merupakan salah seorang pemuda yang pada masa awal kebangkitan kembali Agama Buddha di Indonesia direkrut oleh Y.A. Ashin Jinarakkhita untuk dipersiapkan menjadi biku. Oleh karena itu Soeparno termasuk angkatan 2500 Buddha Jayanti (1956). Seusai perayaan Waisak di Candi Borobudur, dengan penuh semangat Soeparno mengantarkan buku kenang-kenangan 2500 Buddha Jayanti ke berbagai kota.

Pendidikan terakhir Soeparno adalah Akademi Keperawatan (Akper). Bertempat tinggal di Bandung, Soeparno kemudian menikah dan memiliki 3 orang anak (2 perempuan dan 1 laki-laki).

Sejak Wihara Vimaladharma di Bandung didirikan (1958) Soeparno telah aktif dan terus aktif sampai beliau memasuki kehidupan sebagai anggota Sanggha pada tahun 2007. Ketika Y.A. Mahasi Sayadaw berkunjung ke Indonesia pada tahun 1959, Soeparno diwisudhi menjadi upasaka di Wihara Vimaladharma. Y.A. Mahasi Sayadaw memberikan nama Sudharmajaya.

Soeparno Sudharmajaya atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Parno selain menjadi aktivis Wihara Vimaladharma Bandung, juga aktif menjadi pengurus MBI Jawa Barat. Ketika istri tercinta meninggal dunia, rekan-rekan Pak Parno di MBI Jawa Barat mendorong agar Pak Parno menjadi anggota Sanggha.

Pada tahun 2007 bertempat di Wihara Kassapa, Langkat, Sumatra Utara, Upasaka Sudharmajaya menerima penahbisan sebagai samanera dari Y.A. Jinadhammo Mahathera dan diberi nama Pranajaya.

Pada tahun 2008 Samanera Pranajaya berangkat ke Thailand untuk menerima upasampada sebagai biku. Upasampada dilakukan di Wat Thungpo, Buriram, Thailand dengan upajjhaya Y.A. Avuddhapanno Mahathera. Samanera Pranajaya kini menjadi Biku Cattapunno.

Kembali ke Indonesia, Biku Cattapunno rajin berkeliling ke berbagai wihara di Provinsi Sumatra Utara dan tinggal bersama dengan para biku lainnya di Wihara Buddha Sujata Jl. Danau Batur No. 35, Medan.

Saat sedang menyampaikan pandangannya dalam Sanggha Samaya IX Sanggha Agung Indonesia di Prasadha Jinarakkhita Jakarta, pada tanggal 5 Januari 2012 Bhante Cattapunno terkena serangan stroke.

Setelah beberapa kali dirawat di Rumah Sakit, di Wisma Tamu Ekayana Buddhist Centre, dan di rumah salah seorang anaknya, pada tanggal 31 Juli 2012 Bhante Cattapunno (84 tahun) menghembuskan nafas terakhir.

Selamat jalan Bhante Cattapunno.
Buddha, Dharma, dan Sanggha menyertai perjalananmu.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>