Makna Bulan 7 Penuh Berkah

Posted by on 24 Aug 2012, 20:20 in Blog | in tag: | 0 comments

Bulan Suka Cita

Pada masa Buddha, pada setiap musim hujan setiap tahunnya, para Bhikkhu Sangha memasuki masa vassa selama tiga bulan, saat mana mereka membina diri dan banyak dari mereka yang berhasil mencapai kesucian. Pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan lunar yang merupakan akhir masa vassa, setiap murid Buddha berbagi pengalaman dan perasaan suka cita yang diperoleh dalam pembinaan diri, ini disebut dengan “pavarana”. Melihat para murid berhasil dalam pembinaan diri mereka, timbul perasaan suka cita dalam hati Buddha, maka dari itu, tanggal 15 bulan 7 penanggalan lunar merupakan hari suka cita dan bulan 7 penanggalan lunar merupakan bulan suka cita.

Tambahan:
Asal usul masa vassa berasal dari kisah Mogallana (Maudgalyayana), salah seorang murid Buddha, yang dengan kekuatan batinnya mencari di mana ibunya terlahir kembali. Setelah menyelidiki, ditemukanlah bahwa ibunya terlahir di alam setan kelaparan karena karma-karma buruk yang telah diperbuatnya. Mogallana menggunakan kekuatan gaibnya untuk memberikan makanan kepada ibunya tetapi dari mulut ibunya mengeluarkan api sehingga makanan itu langsung menjadi hangus.

Mogallana bertanya pada Buddha bagaimana caranya menolong ibunya, akan tetapi Buddha berkata, “Setiap makhluk hidup menanggung karmanya sendiri, bahkan Buddha pun tidak bisa berbuat apa-apa.” Mendengar hal ini Mogallana sangat sedih membayangkan penderitaan ibunya. Buddha pun menambahkan, “Ada satu cara untuk menolong ibumu. Kekuatanmu sendiri tidak mampu untuk mengatasi akibat perbuatan buruk yang telah dilakukan ibumu. Kamu harus memberi persembahan kepada para bhikkhu dan meminta mereka untuk mendoakan ibumu. Doa mereka akan dapat membebaskan ibumu dari neraka.” Maka dari peristiwa inilah masa vassa dimulai.

Bulan Berterima Kasih

Upacara ullambana di bulan 7 penanggalan lunar sebetulnya berasal dari kisah “Maha Moggalana menyelamatkan ibunya”, Ulambana adalah bahasa Sansekerta, arti harafiahnya “digantung terbalik”, maksudnya menyelamatkan derita orang yang digantung terbalik (kepala di bawah), membebaskan makhluk hidup dari penderitaan bagaikan membebaskan orang yang digantung terbalik dari ikatannya. Demi menyelamatkan ibunya yang bertumimbal lahir di alam Neraka Avicci sebagai akibat dari akusala karma (karma buruk) tiada terhingga yang diciptakan pada masa hidupnya, maka Maha Moggalana dengan tulus memberikan dana paramita kepada Sangha di akhir masa vassa (pavarana), dengan mengandalkan kebajikan dan moralitas hasil pembinaan diri Sangha berhasil menyelamatkan ibunya, juga menyelamatkan semua penghuni alam Neraka. Maka bulan 7 penanggalan lunar merupakan bulan berbakti dan bulan berterima kasih.

Bulan Penuh Berkah

Masyarakat Tionghoa biasanya menyebut bulan 7 penanggalan lunar sebagai bulan hantu, makanya timbul banyak pantangan, serta bersembahyang arwah dengan banyak sesajen untuk memohon keselamatan. Namun bagi umat Buddha dengan keyakinan benar, bulan 7 penanggalan lunar merupakan bulan suka cita, bulan berbakti pada orangtua dan bulan berterima kasih, maka dengan sendirinya juga merupakan bulan penuh berkah. Master Cheng Yen memberitahukan kepada kita agar menghadapi kehidupan sehari-hari dengan keyakinan benar, sebab pikiran benar akan memperkuat energi kebajikan, sehingga tidak diganggu oleh kesesatan. Ulambana sesungguhnya adalah berikrar tekad besar dan cita-cita luhur untuk mengasihi semua makhluk secara luas. Daripada membunuh demi memohon keselamatan, lebih baik bervegetarian dengan tulus demi melindungi kehidupan, memancing keberkahan dengan cinta kasih dan menjauhkan segala bencana dengan kebajikan.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>