Kepergian “Hope” Membawa Kehidupan untuk Anak Lain

Kepergian “Hope” Membawa Kehidupan untuk Anak Lain

Posted by on 7 Sep 2012, 14:38 in Blog | in tag: | Comments Off

Orangtua dari anak perempuan yang tidak mempunyai harapan untuk hidup ini memutuskan untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat dari kematian anak perempuannya dengan cara mendonasikan organ-organ anaknya itu untuk menyelamatkan dua anak yang lain.

Panggilan namanya Xiwang, yang berarti “harapan”, anak berumur 2 tahun dari Mongolia itu dilahirkan dengan cerebral palsy, suatu cacat fisik dimana tubuh tidak mempunyai koordinasi dan keseimbangan.

Melihat anak mereka tidak dapat diselamatkan, pemikiran dari orangtua anak ini beralih untuk menanggulangi wafatnya anak mereka.

“Daripada membakar anak perempuan kami yang sudah mati menjadi debu, kami memutuskan untuk mendonasikan organ-organnya untuk menyelamatkan anak-anak lain. Kami memanggilnya Xiwang karena kami mau memberikan harapan hidup untuk anak lain yang membutuhkan bantuan kami,” kata Wang Xiaofei, ibu dari anak perempuan itu.

Di pukul 17.30 pada tanggal 9 Juni, ketika garis kehidupan anak perempuan itu mendekati akhir, ayahnya memberikan anaknya ciuman perpisahan dan memperhatikan anaknya dimasukkan ke ruang operasi di Rumah Sakit Chifeng. Dokter-dokter mengeluarkan ginjal dan hati dari anak itu dan mengirimkannya ke Tianjin, di mana dua anak lainnya sudah menunggu.

Deng Yingxin, koordinator Palang Merah Chifeng untuk donasi organ tubuh, mengatakan bahwa anak perempuan itu adalah wanita pendonor organ pertama di Chifeng dan menjadi pendonor termuda di Mongolia.

Rumah Sakit No 1 Tianjin melaporkan bahwa kedua anak yang menerima organ-organ Xiwang dalam keadaan sehat. Keluarga dari kedua anak itu merasa sangat berterima kasih kepada anak perempuan itu dan orangtuanya.

Dalam beberapa tahun silam, orangtua Xiwang menghabiskan lebih dari 200.000 yuan (sekitar $31.396) untuk pengobatan medis dan mempunyai hutang lebih dari 70.000 yuan.

Banyak orang yang mau mendonasikan uang mereka untuk orangtua anak perempuan ini setelah mereka membaca cerita dan situasi mereka, tetapi orangtua itu menolak dukungan keuangan dari orang lain.

“Kami masih muda dan bisa mendapatkan uang dari tangan kami. Kami tidak ingin menerima donasi dari orang lain,” kata Wang.

Xiwang menghabiskan waktu-waktu terakhirnya dengan boneka beruang favoritnya di rumah sakit. Hidup sangat singkat untuknya, tetapi dengan cara ini jiwa dan kehidupannya seakan kembali.

——————————————————————————————————

The parents of a little girl who never had a chance to live decided to give meaning to their daughter’s death by donating the girl’s organs to save two other children.

Nicknamed Xiwang, meaning “hope”, the 2-year-old girl from Inner Mongolia was born with a terminal form of cerebral palsy.

Seeing that their daughter could not be saved, the thoughts of the girl’s parents turned to how to handle her death.

“Instead of burning our dead daughter to ashes, we decided to donate her organs to save other kids. We called her Xiwang because we wanted to give the hope of life to other children who need our help,” said Wang Xiaofei, the girl’s mother.

At about 5:30 pm on June 9, when the girl’s life was coming to an end, the father kissed his daughter goodbye and watched as she was sent into the operating room in Chifeng City Hospital. The doctors took out kidney and liver from the girl and sent the organs to Tianjin, where the two recipient children were waiting.

Deng Yingxin, Chifeng’s Red Cross coordinator for human organ donation, said that the girl was the first female human organ donor in Chifeng and the youngest donor in Inner Mongolia.

Tianjin No 1 Hospital reported that the two children who received Xiwang’s organs were in good condition. The families of the two children felt deep gratitude to the girl and her parents.

In the past couple of years, Xiwang’s parents spent more than 200,000 yuan ($31,396) for her medical treatment and had liabilities of more than 70,000 yuan.
Many people wanted to donate money to the girl’s parents after they learned of her story and the parents’ situation, but the parents refused financial support from others.

“We are young and can earn a living by our own hands. We do not want donations from others,” Wang said.

Xiwang spent her last time with her favorite toy bear in hospital. Life is short for her, but in this way can her life be regained and rejuvenated.